Menyembuhkan Intoleransi Dalam Pusaran Komersialisasi Agama

Berkesempatan menjamu tamu yang sekaligus Mitra dalam Persyarikatan Muhammadiyah, Prodi Ekonomi Syariah UMY menyambut perwakilan Guru dan Siswa Pon-Pes/Madrasah Aliyah Al-Furqan Muhammadiyah Tasikmalaya untuk melakukan orientasi siswa kelas 12 dalam menghadapi pra-kuliah S1 di UMY. Acara yang dilaksanakan secara luring di tengah terjadinya pandemi Covid-19 ini, maka sebagaimana ketentuan penyambutan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Dekan FAI UMY Muhammad Zakiy, S.EI., M.Sc. Selama acara berlangsung banyak peserta yang mengikuti dengan sangat antusias dibuktikan dengan banyakanya pertanyaan mulai dari cara menghadapi self recognized, kesehatan psychological pada anak, bahkan cara menghadapi kesehatan mental di tengah pandemi. Dengan acara ini diharapkan dapat menambah wawasan serta pengetahuan dari masyarakat tentang pentingnya kesehatan psychological dan memberikan edukasi terkait dukungan kesehatan psychological di lingkungan sekitar. Keresahan masyarakat kita ini harus dijawab dan diberikan solusi sebelum berjalan lebih jauh lagi.

Respon siswa harus selalu memiliki sikap respon atau tanggap terhadap sumber ilmu kapanpun, darimana pun dan dari siapapun. Marilah kita ciptakan hidup yang seimbang, jasmani dan rohani, mental religious, ethical dan akhlak dengan ucapan, sikap dan perbuatan yang terpuji; jangan menyalahkan gunakan ibadah dan simbol-simbol ritualistik dan spiritualitas untuk tujuan yang sesat. Kita gunakan peribadatan dan spiritualitas kita guna membimbing hidup yang lurus guna keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Namun demikian saat ini muncul tiga gejala penyalah-gunaan ritualitas dan spiritualitas yang kurang tepat, atau keliru. Pertama,orang yang merasa bangga atau pamer dengan ibadahnya, menganggap diri sebagai orang suci, calon penghuni syurga, melihat orang yang belum insyaf sebagai musuk yang harus diperangi, merasa yang paling otoritatif berbicara soal agama dan ethical.

Orang sukses mempunyai mentalitas seorang pemimpin, dalam kursus on-line ini, peserta akan dibekali juga dengan hal-hal dasar yang perlu dimiliki oleh pemimpin. Selain itu, teknik menjadi orang yang proaktif, pengembangan diri melalui “learning zone” dan teknik pengaturan waktu untuk menjadi lebih produktif, melengkapi pembelajaran peserta dalam mengembangkan mentalitas sukses. Keempat, menurut Jazilul, Gerakan Indonesia Mandiri diperlukan agar mahasiswa memiliki kemampuan entrepreneurship atau kewirausahaan dengan mengembangkan potensi kemandirian lainnya. Dengan demikian, sejak awal, para mahasiswa dapat memiliki orientasi kemandirian untuk mengembangkan potensi diri dan masyarakat.

Pentingnya mentalitas

Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam perjalanan perilaku seseorang. Pendidikan yang menekankan pada karakter lah yang mampu menjadikan seseorang mempunyai karakter yang baik. Mengajarkan kewirausahaan pada anak sejak dini lebih memberikan kesempatan kepada anak untuk membangkitkan kreativitas Kong4D Bet kecil, Berbayar besar uang tunai permainan Pragmatic Play, PGs, Joker dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Melalu kreativitas yang tinggi, anak-anak akan mengeksplorasikan kreasi mereka untuk membuat gagasan dalam menciptakan terobosan baru. Karena tidak lain tidak bukan adalah agar menjadi ilmu dan membentuk mindset wirausahawan di masa depan.

Kartono memandang motivasi sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia. Contoh yang menarik adalah waktu mantan Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende menjadi jengkel saat diskusi dengan Dewan Perwakilan Belanda pada tahun 2006. Namun, setelah Balkenende mengatakan demikian memang banyak orang politisi Belanda, media Belanda, dan rakyat Belanda yang mengkritik pernyataan Balkenende itu. Semakin dewasa seseorang, semakin besar pula pergiliran kepemimpinan datang pada dirinya. Kesempatan itu bisa hadir dari keluarga, pertemanan, sekolah, kampus, pekerjaan dan karirnya. Jika sedikitpun kita tidak mengasah psychological driverdalam diri, kita tidak akan mampu menjadi pemimpin yang bijak sebab mentalpassengercenderung menjadikan kita manja dalam menyikapi persoalan.

Caranya ialah dengan melakukanphysical distancing, #DiRumahAja, rajin-rajin mencuci tangan dengan sabun atauhand sanitiser, menutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk, serta tidak menyentuh mata, mulut dan hidung. Jika kamu terpaksa harus bekerja di luar rumah, pastikan kamu tetap melindungi diri dengan memakai masker, sarung tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 meter. Kita juga perlumembatasi diridari paparan berita dan media sosial yang dipenuhi oleh informasi seputar COVID-19. Karena membaca atau melihat banyak berita menyedihkan dan menakutkan seputar COVID-19 akan membuat kita semakin putus asa, stress, bahkan depresi. Ada beragam hal yang dapat memicu terjadinya depresi, mulai dari peristiwa dalam hidup yang menimbulkan stres, kehilangan orang yang dicintai, merasa kesepian, hingga memiliki kepribadian yang rapuh terhadap depresi. Cara ini dapat membuat seseorang lebih tabah dalam menghadapi masalah, terutama jika bisa membantu seseorang yang memiliki masalah lebih berat dari yang dialaminya.

Internalisasi nilai dilakukan melalui paket pertemuan kelompok, dipandu oleh fasilitator secara bergantian dengan berbagai metoda antara lain; diskusi kelompok, ceramah, kasus, video games, bermain peran, online, dll. Orang tua harus mau mendengarkan anaknya, bukan hanya terus-menerus minta didengar. Ketika Smart Parents mau mendengarkan anak, mereka akan terbuka untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan terhadap hal-hal tertentu. Akan tetapi, jika mereka belum nyaman berbicara dengan Anda, bantulah mereka mencari orang lain yang bisa mereka ajak bicara. Untuk membangun kepercayaan diri anak, Smart Parents perlu menunjukkan kasih sayang Anda kepada mereka.

Comments are Disabled